Agroindustri yang sedang berjalan di kampung Cireundeu berupa pengolahan diversifikasi produk makanan yang berbahan dasar singkong, diantaranya pembuatan rasi, kerupuk aci, opak singkong, ranggining, aci singkong, tape gendul, peuyeum mutiara, isrud, ciwel, sorandil,kecimpring, awug, katimus dan gegetuk.
Proses pembuatan khususnya dalam pembuatan makanan pokok dari singkong ( Rasi ) secara singkat dapat dipaparkan sebagai berikut : Pertama-tama singkong hasil panen dikupas lalu dicuci bersih. Setelah dicuci kemudian diparut atau digiling dengan mesin penggilingan, selanjutnya singkong yang sudah halus tersebut disiram airdalam suatu tempat khusus dan disaring sampai air perasannya sampai jernih. Ampas tersebut dijemur sampai kering lalu dicampur dengan tepung singkong yang telah ditumbuk. Hasil inilah yang disebut dengan beras singkong. Sebelum dimasak, beras singkong ini diperciki air sedikit demi sedikit, kemudian dikukus selama kurang lebih 15 menit. Hasil tersebut adalah Nasi singkong.
Saat ini dilakukan di beberapa lokasi dan rumah penduduk jadi belum ada tempat khusus / pabrik pengolahan yang tersentralisasi.
Diversifikasi produk olahan dari bahan dasar singkong segar ini dapat dibuat menjadi Beras singkong (Rasi) dan kanji. Selain itu limbah olahannya yaitu kulitnya dapat dijadikan nilai tambah yang sangat berarti untuk pakan ternak.
Di Kampung Cireundeu Kota Cimahi penganekaragaman produk olahan singkong sudah berjalan selama puluhan tahun . Produk olahan tersebut mempunyai nilai jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan singkong segar hasil panen.
Untuk itu diharapkan pola kebiasaan konsumsi pangan di Kampung Cireundeu dapat
“diketuktularkan” ke daerah lain.
Usaha diversifikasi produk singkong tersebut selain akan membantu peningkatan taraf ekonomi masyarakat di pedesaan khususnya juga kemandirian
pangan akan terwujud .
Dengan adanya industri pengolahan tersebut, hasil proses produksinya dapat segera tersosialisasi kepada masyarakat umum., apabila hal ini terjadi akan mendorong tumbuhnya kemandirian pangan di lingkungan keluarga, masyarakat dan akhirnya ketahanan pangan nasional dapat segera tercapai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar