Pendopo atau Bale Saresehan sampai saat ini kondisinya baik, biasanya digunakan sebagai tempat pertemuan dan tempat pagelaran seni sunda. Luas bangunan 200 m2 dengan kapasitas 100 orang. Setiap bulan sura menjadi rutinitas bagi masyarakat adat kampung Cireundeu untuk menggelar seni dan budaya sunda, setiap bulan tersebut biasanya diadakan pagelaran wayang golek. Tradisi ini dilakukan sebagai rasa syukur kepada Yang Maha Pencipta atas karunia dan kenikmatan yang telah diterima, berupa keberkahan hidup, kesehatan lahir dan bathin atas pemberian Yang Maha Pencipta melalui alam sebagai tempat tumbuhnya segala jenis tanaman, tempat hidup binatang / ternak juga diberikannya sumber air untuk kelangsungan hidup warga kampung Cireundeu khususnya.
Karena begitu cintanya kepada lingkungan dan alam sekitar, maka adanya tempat pembuangan sampah disekitar kampung tidak sesuai dengan hati nuraninya.
Di Kampung Cireundeu juga terdapat bangunan sekolah dasar sebanyak 2 unit dengan jumlah kelas 6 ruangan dan satu buah ruangan kantor. Selain adanya fasilitas pendidikan umum, juga ada Pusat Kegiatan Belajar dan Bermain anak-anak yang tempatnya di Bale Saresehan.
